Di Indonesia, kata "ubi" sering dipakai untuk dua tanaman yang sebenarnya tidak berkerabat: ubi jalar (Ipomoea batatas) dan ubi kayu atau singkong (Manihot esculenta). Keduanya sama-sama umbi, tapi punya perbedaan besar.
Asal Tanaman
Ubi jalar adalah tanaman merambat dari keluarga kangkung-kangkungan. Umbinya terbentuk dari akar yang membesar. Ubi kayu adalah tanaman perdu berkayu dari keluarga Euphorbiaceae, dan umbinya juga berasal dari akar, tapi berkulit tebal dan keras.
Kandungan Gizi
Ubi jalar unggul dalam vitamin A, vitamin C, dan serat, dengan kalori lebih rendah. Singkong lebih padat kalori (sekitar 160 kkal per 100 g) dengan karbohidrat lebih tinggi, tapi rendah vitamin dan protein.
Keamanan
Singkong mentah mengandung senyawa sianogenik yang harus dihilangkan dengan cara dikupas, direndam, dan dimasak sampai matang. Ubi jalar tidak memiliki masalah ini dan lebih aman diolah dengan cara sederhana.
Kegunaan di Dapur
Singkong unggul sebagai bahan olahan tradisional seperti tape, getuk, tepung tapioka, dan keripik. Ubi jalar lebih fleksibel untuk olahan manis, kue modern, minuman, hingga pengganti nasi.
Kesimpulannya, untuk kebutuhan gizi harian, ubi jalar lebih unggul. Untuk kebutuhan energi tinggi dan olahan tradisional, singkong tetap punya tempatnya sendiri.