Ubi jalar (Ipomoea batatas) adalah salah satu tanaman pangan yang paling luas dibudidayakan di Indonesia. Meski sering dianggap sama, setiap varietas punya karakter yang sangat berbeda, baik dari warna daging, tingkat kemanisan, sampai kegunaan terbaiknya di dapur.

Ubi Cilembu

Berasal dari Desa Cilembu, Sumedang, ubi ini terkenal karena mengeluarkan cairan manis seperti madu ketika dipanggang dalam oven. Kuncinya ada di tanah dan iklim Cilembu; ubi varietas sama yang ditanam di tempat lain biasanya tidak semanis aslinya.

Ubi Ungu

Warna ungunya berasal dari antosianin, pigmen alami yang juga ditemukan pada blueberry. Rasanya tidak terlalu manis dan teksturnya cukup padat, sehingga ideal untuk bahan kue, bolu, es krim, dan minuman.

Ubi Madu (Oranye)

Daging berwarna oranye terang dengan kandungan beta-karoten sangat tinggi. Cocok direbus atau dikukus untuk camilan sehat karena rasanya sudah manis tanpa tambahan gula.

Ubi Putih

Tekstur lebih kering dan bertepung. Karena kandungan airnya rendah, ubi putih sangat cocok dijadikan keripik atau digoreng.

Ubi Kuning

Warna kuning pucat dengan rasa manis sedang. Sering dipakai untuk kolak, getuk, dan olahan tradisional lainnya.

Ubi Jepang

Kulit ungu kemerahan, daging kuning muda. Teksturnya lembut dan sedikit berserat seperti chestnut. Populer sebagai yakiimo (ubi panggang gaya Jepang).

Ubi Bogor

Ubi lokal Jawa Barat dengan daging kuning dan tekstur agak pulen. Cocok dikukus dan dimakan hangat.

Tips memilih: pilih yang kulitnya mulus tanpa bercak hitam, terasa padat saat digenggam, dan tidak ada bagian lunak. Ubi yang sudah bertunas masih aman dimakan, tapi rasanya cenderung menurun.

Bagikan: WhatsApp Facebook X